Hardscape dan Taman


 

Hardscape, dalam praktek landscape , mengacu pada beraspal daerah seperti jalan dan trotoar, kompleks bisnis besar, perumahan dan kawasan industri lain di mana bagian atas tanah profil tidak lagi terkena permukaan sebenarnya.

 Adapun pekerjaan Hardscape meliputi: 

Paving block merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaan tanah. Paving blok dikenal juga dengan sebutan bata beton (concrete block) atau cone block.

Gambar

(Paving Block berbagai type)

Kanstin merupakan produk beton yang berfungsi sebagai penguat tepi jalan yang dipasang paving blok/konblokKanstin beton biasa digunakan pada trotoar, separator, tepi badan jalanjalan taman, boulevard, dan sebagainya. Fungsi utama kanstin beton adalah sebagai pengunci agar susunan paving blok yang telah di pasang tidak bergeser dari susunan pemasangannya.

Gambar

(Kansteen Beton sebagai penguat tepi)

Grass block merupakan suatu bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen hidrolis atau sejenisnya, agregat dan air dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya dan pada bagian tengahnya di buat lubang untuk ditanami rumput sebagai resapan air.

Gambar

(Grassblock lubang 8)

Tanaman Jalan ialah tanaman yang digunakan di dalam perencanaan Landscape jalan, yang mempunyai sistem perakaran yang tidak merusak konstruksi jalan, percabangan tanaman tidak mudah patah dan mudah dalam pemelihararaannya.

Pemeliharaan Pasca Tanam yaitu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan terhadap tanaman sejak selesai ditanam sampai batas waktu minimal 3 (tiga) bulan dan dilaksanakan secara intensif agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Pemeliharaan Rutin yaitu kegiatan pemeliharaan tanaman yang dilakukan terhadap semua tanaman dengan mengikuti tahapan dan jadwal kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.

Agar dapat di capai hasil yang memuaskan maka dalam hal ini kami menyediakan wakil sebagai penanggung jawab lapangan yang terampil dan ahli di bidangnya selama pelaksanaan pekerjaan dan selama masa penglihatan guna memenuhi menurut kontrak.

 

(I)     Pekerjaan Pemasangan Paving & Kansteen

Sebelum pekerjaan pemasangan paving kita mulai, kita harus memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

a)    Lapisan Subgrade

Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu, sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang kita perlukan untuk kemiringan Drainage (Water run off) yaitu minimal 1,5 %. Subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus kita padatkan dengan kepadatan minimal 90 % MDD (Modified Max Dry Density) sebelum pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving nantinya.

b)    Lapisan Subbase

Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Profil lapisan permukaan dari subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2%, dua arah melintang kekiri dan kekanan. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka panjang kestabilan paving.

c)    Lapisan pondasi atas (Base Course) adalah bagian lapisan perkerasan jalan yang terletak antara lapis permukaan dan lapis pondasi bawah.

d)    Kanstin

Tepi Kanstin atau Penguat tepi atau Kerb harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini harus dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak  bergeser sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya.

e)    Drainage/Saluran Air 

Seperti halnya kanstin, Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Drainage yang dikerjaan setelah paving terpasang akan sangat mengganggu pekerjaan pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang sudah terpasang.

f)     Kelengkapan Peralatan Kerja

Peralatan yang kita butuhkan harus sudah disiapkan sebelum pemasangan paving dimulai. Adapun alat-alat yang kita butuhkan adalah sebagai berikut:

  • Mesin Plat Compactor (Stamper Kodok) dengan luas permukaan plat antara 0,35 s/d 0,50 m2 dan mempunyai gaya sentrifugal sebesar 16 s/d 20 kN dengan frekwensi getaran berkisar 75 s/d 00 Hz.
  • Alat Pemotong paving (Cutter)
  •  Kayu yang diserut rata/jidar untuk Levelling Screeding abu batu/pasir.
  • Benang.
  • Alat handling berupa Lori/gerobak untuk pemindahan paving
  • Pin stick/Linggis yang bagian bawahnya dibuat runcing melebar sebagai naating.

g)    Cara Pemasangan Paving

  • Abu batu/pasir alas seperti yang dipersyaratkan segera digelar diatas lapisan base. Kemudian diratakan dengan jidar kayu sehingga mencapai kerataan yang seragam dan harus mengikuti kemiringan yang sudah dibentuk sebelumnya pada lapisan base.
  • Penggelaran abu batu/pasir alas tidak melebihi jarak 1 meter didepan paving terpasang dengan tebal screeding.
  • Pemasangan paving harus kita mulai dari satu titik/garis (starting point) diatas lapisan abu batu/pasir alas (laying course).
  • Tentukan kemiringan dengan menggunakan benang yang kita tarik tegang dan kita arahkan melintang sebagai pedoman garis A dan memanjang sebagai garis B, kemudian kita buat pasangan kepala masing-masing diujung benang tersebut.
  • Pemasangaan paving harus segera kita lakukan setelah penggelaran abu batu/pasir alas. Hindari terjadinya kontak langsung antar block dengan membuat jarak celah/naat dengaan spasi 2-3 mm untuk pengisian joint filler.
  • Memasang paving harus maju, dengan posisi sipekerja diatas block yang sudah terpasang.
  • Apabila tidak disebutkan dalam spesifikasi teknis, maka profil melintang permukaan paving minimal mencapai 2 % dan maksimal 4 % denga toleransi cross fall 10 mm untuk setiap jarak 3 meter dan 20 mm utnuk jarak 10 meter garis lurus. Pembedaan maksimum kerataaan antaar block tidak boleh melebihi 3 mm
  •  Pengisian joint filler harus segera kita lakukan setelah pamasangan paving dan seera dilanjutkan dengan pemadatan paving.
  • Pemadatan paving dilakukan dengan menggunakan alat plat compactor yang mempunyai plat area 0,35 s/d 0,50 m2 dengan gaya sentrifugal sebesar 16 s/d 20 kN dan getaran dengan frekwensi 75 s/d 100 MHz. Pemadatan hendaknya dilakukan secara simultan bersamaan dengan pemasangan paving dengan minimal akhir pemadatan meter dibelakang akhir pasangan. Jangan meninggalkan pasangan paving tanpa adanya pemadatan, karena hal tersebut dapat memudahkan terjadinya deformasi dan pergeseran garis joint akibat adanya sesuatu yang melintas melewati pasangan paving tersebut.
    Pemadatan sebaiknya kita lakukan dua putaran, putaran yang pertama ditujukan untuk memadatkan abu batu/pasir alas dengan penurunan 5 – 15 mm (tergantung abu batu/pasir yang dipakai).
    Pemadatan putaran kedua, disertai dengan menyapu abu batu/pasir pengisi celah/naat block, dan masing-masing putaran dilakukan paling sedikit 2 lintasan.

(II)    Pekerjaan Pemasangan Grassblock

Untuk cara pemasangan grass block hampir sama dengan cara pemasangan paving block. Pada struktur lapisan bawahnya juga sama menggunakan subgrade, sub base, dan base course. Perbedaan dari pemasangan grass block dan paving block yaitu pada desain bentuk yang ada lubangnya dan pada hasil akhir grass block tidak perlu di taburi abu pasir, tetapi dapat ditanami dengan rumput.

(III)  Pekerjaan Tanaman

Sebuah taman adalah ruang yang direncanakan, biasanya di luar ruangan. Desain taman adalah penciptaan rencana tata letak landscape. Elemen-elemen desain taman meliputi tata letak landscape, seperti jalan, bebatuan, dinding, fitur air, area duduk dan decking, serta tanaman sendiri.

  1. 1.    Persyaratan Pemeliharaan Tanaman
    1. a.     Penyiraman

Penyiraman dilakukan untuk menjaga tanaman agar tidak mati kekeringan.

  1. b.    Pendangiran dan penyiangan

Pendangiran dilakukan untuk penggemburan tanah dan pembersihan tanaman/rumput liar di sekitar tanaman.

  1. c.    Pemangkasan

                                     i.        Pemangkasan pada pemeliharaan Pasca Tanam dilakukan :

  • Untuk tanaman pohon dan semak/perdu dengan memangkas daun atau ranting yang patah, mati/ kering, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.
  • Untuk menjaga kesehatan tanaman bila ada daun, atau ranting yang terkena penyakit setelah dipangkas harus segera dibuang agar tidak menular ke bagian tanaman lainnya

                                    ii.        Pemangkasan pada pemeliharaan rutin dilakukan :

  • Untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman yang sudah tidak teratur dan mengganggu lingkungan/penglihatan pemakai jalan.
  • Untuk menjaga kesehatan tanaman bila ada daun, atau ranting yang terkena penyakit, jamur atau parasit lainnya, perlu segera dipangkas agar tidak meluas ke bagian tanaman lainnya.
  • Untuk menghilangkan dahan/ranting yang tua/rusak dan mati.
  • Untuk mempertahankan bentuk atau dimensi dan ukuran tanaman.
  • Untuk mengurangi penguapan pada musim kemarau panjang sehingga tanaman tidak mati kekeringan (dilakukan pada akhir musim hujan).
  •  Untuk mengurangi jumlah dadaunan sehingga dahan tidak patah pada musim hujan.
  1. d.    Pemupukan

Kegiatan pemupukan dilakukan :

                                i.        Pada pemeliharaan pasca tanam untuk mempercepat pertumbuhan akar dan pertumbuhan vegetatif seperti daun/ dahan

                               ii.        Pada pemeliharaan rutin untuk :

  • Menambah kesuburan tanah dengan memberi tambahan pupuk organik dan anorganik
  • Memperbaiki keadaan fisika tanah antara lain kedalaman efektif tanah yaitu dalamnya lapisan tanah dimana perakaran tanaman dapat berkembang dengan bebas, teksture, kelembab dan tata udara tanah.
  • Memperbaiki keadaan kimia tanah antara lain melakukan pemupukan, mengamati reaksi tanah dan tersedianya unsur hara bagi pertumbuhan tanaman dan untuk memperbaiki pH tanah sehingga mencapai pH sekitar 6,5 (pH netral).
  •  Memperbaiki keadaan biologi tanah yaitu keadaan mikrobia tanah sebagai bahan organik tanah, humifikasi, mineralisasi dan pengikatan nitrosin udara
  1. e.    Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit

Pencegahan dan pemberantasan hama atau penakit tanaman diperlukan untuk menjaga agar tanaman tidak terserang oleh hama/penyakit yaitu dengan penyemprotan pestisida ke arah batang, daun serta semua percabangan

  1. f.     Penggantian Tanaman/Penyulaman

Tanaman Lansekap jalan yang perlu diganti adalah :

  • Tanaman yang mati/hilang
  •  Tanaman yang rusak (dapat karena tertabrak)
  • Tanaman yang terkeha serangan hama yang parah sehingga dapat menular ke tanaman lain.
  1. 2.    Persyaratan Material
    1. a.    Air.

Air yang dipergunakan untuk menyiram tanaman harus bebas dari segala kotoran minyak, zat kimia atau lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan temperatur air antara 15 C 25 Celcius.

  1. Pupuk Kandang/Organik.

Pupuk kandang adalah ‘pupuk yang diperoleh dari kotoran padat dan kotoran cair dan hewan ternak. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang bermutu baik, sudah matang/kering yang telah mengalami penimbunan cukup lama dan sudah tidak mengalami proses kimia lagi (biasanya sudah berumur sekitar 6 bulan).

  1.  Pupuk Anorganik.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen (N), unsur fosfat (P) dan unsur kalium (K) yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah disekitar tanaman . Contoh : – NPK 20420+20 Perbandingan ini merupakan suatu perbandingan prosentase kandungan antara unsur unsur 20% N + 20% P + 20% K dalam pupuk

  1. 3.    Obat Pemberantas Hama dan Penyakit Tanaman

Pemberian obat pemberantas hama dan penyakit tanaman sangat ditentukan oleh jenis hama/penyakit dan tanaman yang diserangnya. Memilih pestisida yang efektif terhadap hama atau penyakit tanaman sebaiknya dipilih pestisida rendah (mudah terurai), dan telah direkomendasikan untuk jenis tanamannya. 

  1. 4.    Penyiraman
    1. Peralatan yang dipergunakan :
  • Mobil tangki air
  • Slang air
  • Ember
  • pengaman lalu-lintas
  • Pakaian seragam yang berwama mencolok dan menggunakan topi.
  1. Bahan
  • Air yang bebas dari kotoran, minyak, zat kimia atau lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  • Jumlah air yang dibutuhkan ; untuk pohon : + 10 l/ pohon untuk semak : + 5 l/pohon untuk rumput/penutup tanah + 5 l/m2
  1. 5.    Pendangiran dan penyiangan

Pendangiran dan penyiangan dilakukan minimal 1 bulan sekali denganperalatan:

  • Garpu tanah
  • Sekop
  • Serok taman Cangkul
  • Kereta dorong untuk mengangkut sampah
  • Sapu lidi
  • Peralatan pengaman lalu-lintas
  1. 6.    Pemangkasan

Jadwal pemangkasan untuk setiap jenis tanaman tidak sama dan disesuaikan dengan proporsi bentuk tanaman yang diharapkan (sesuai dengan rencana).

Peralatan:

Gergaji dahan

– Gunting rumput

– Gunting ranting

– Golok/sabit

– Tali tambang

– Karung untuk pengumpul sampah

– Kereta dorong

– Peralatan pengaman lalu-lintas

– Sapu lidi

  1. 7.     Pemupukan

Pemberian pupuk terhadap tanaman perlu ada kesesuaian antara jenis tanaman dengan jenis pupuk dan dosis yang perlu diberikan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman

Peralatan :

– Ember

– Cangkul

– Sekop

– Alat penyemprot

– Peralatan pengaman lalu-Iintas

– Tongkat pelubang tanah

– Pakaian seragam dengan warna mencolok dan menggunakantopi.

Bahan :

–          Pupuk organik : pupuk hewan temak yang telah matang (+ 6 bulan). Pupuk ini arus bersih dad rumput liar atau tanaman liar lainnya.

–          Pupuk anorganik : Jenis pupuknya adalah NPK atau TSP dengan dosis untuk pohon 25 gram/pohon, untuk perdu/semak 2,5gram/pohon untuk rumput 2.5 gram per M2 (Urea).

 

  1. 8.    Pencegahan dan Pemberantasan Hama/Penyakit

Peralatan :

– Alat penyemprot hama

– Masker

– Sarung tangan

– Kaca mata

– Pakaian seragam dengan wama mencolok dan menggunakan topi.

Bahan :

Obat pemberantas disesuaikan dengan jenis hama/ penyakit

 

  1. 9.    Jadwal Pemeliharaan
    1. a.    Pemeliharaan Pasca Tanam

Pemeliharaan pasca tanam dilakukan sejak selesai penanaman tanaman lansekap jalan dan berlangsung minimal selama 3 (tiga) bulan. Pemeliharaan ini merupakan pemeliharaan selama masa tumbuh dan dilakukan secara intensif dengan memperhatikan jenis tanamannya. Setiap jenis tanaman mempunyai perlakukan penanganan yang berbeda dan untuk memberikan kemudahan, jadwal pemeliharaan dibedakan menurut pembagian sebagai berikut :

– Jenis Tanaman Pohon

– Jenis Tanaman Semak/Perdu

– Jenis Tanaman penutup tanah/ rumput.

  1. Pemeliharaan Rutin

Pemeliharaan Rutin pada lansekap jalan dilakukan balk pada tanaman lama yang sudah ada maupun merupakan kegiatan lanjutan setelah selesai pemeliharaan pasca tanam.

 

Semoga bermanfaat…

Ririz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s